Home

Single Player Games | Novel Games

Back to War: Graphic Novel: Episode Two (Corp Justice Graphic Novel Series Book 2)

Too low to display


Hentai Games (R=18)/ Hentai Novel Games - /v/'s

Dalam menganalisis novel Belenggu ini, menggunakan pendekatan feminisme. Pendekatan feminisme adalah salah satu kajian karya sastra yang mendasarkan pada pandangan feminisme yang menginginkan adanya keadilan dalam memandang eksistensi perempuan, baik sebagai penulis maupun dalam karya sastra-karya sastranya.

Dari beberapa pengertian diatas, bahwa dalam novel Belenggu feminisme yang diperlihatkan adalah Tini sibuk dengan organisasi kewanitaannya dan segala macam kongres kewanitaan. Sumartini merasa telah disepelekan dan merasa bosan karena selalu ditinggalkan suaminya yang selalu sibuk menolong pasien-pasiennya. Dia merasa dirinya telah dilupakan dan merasa bahwa derajatnya sebagai seorang perempuan telah diinjak-injak sebagai seorang istri. Karena suaminya tidak mampu memenuhi hak sebagai seorang istri.

A novel subgroup of class I G-protein-coupled receptors.

Hentai Novel Games

A novel subgroup of class I G-protein-coupled receptors

Dalam pembahasan ini, sedikit akan dijelaskan beberapa teori-teori pendukung dalam menganalisis novel Belenggu. Teori pendukung dalam pembahasan teori disini adalah feminisme. Adapun pengertian feminisme, diantaranya :

Ada beberapa masalah yang terjadi oleh para tokoh dalam novel Belenggu. Masalah pertama yang terjadi pada tokoh Tini adalah dia merasa diabaikan dan beranggapan bahwa suaminya lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya, seakan tidak pernah ada waktu komunikasi dalam rumah tangga. Hari-hari mereka sering dilalui dengan pertengkaran. Tini merasa tidak memiliki hak di hadapan Tono. Itulah yang memicu pertengakaran di antara mereka, sepertinya tiada hari yang dilalui tanpa pertengkaran. Masalah kedua masih terjadi pada tokoh Tini, dia mengetahui tentang perselingkuhan suaminya dengan Yah, Tini pun marah dan jengkel, kemudian pergi ke hotel tempat Rohayah menginap untuk memberikan caci maki dan menumpahkan amarahnya. Setibanya di hotel, perasaan marah Tini luluh oleh kelembutan hati dan keramahan Yah. Setelah pulang dari hotel tempat Yah menginap, Tini berintrospeksi diri. Dia merasa telah berlaku kasar pada suaminya dan tidak bisa memberikan rasa kasih sayang seperti yang diinginkan suaminya. Dia lalu memutuskan untuk berpisah dengan Tono. Masalah kedua yang terjadi pada tokoh Yah adalah dia dipaksa kawin dengan laki-laki pilihan orangtuanya, laki-laki itu lebih tua darinya. Yah akhirnya tidak tahan dan melarikan diri ke Jakarta, hingga akhirnya dia menjadi wanita panggilan dari hotel ke hotel.